Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S) merupakan simbol keakraban antara seluruh warga sekolah yang harus dibudayakan

Profil SMA

Organisasi

Akademik

Informasi

BANNER

SELAMAT DATANG



Tips Menyusun Penelitian Tindakan Kelas

Dalam dunia pendidikan dan pembelajaran, Penelitian tindakan kelas bukan barang asing lagi. Jenis penelitian ini sudah sangat familier di kalangan guru, pendidik, atau praktisi pendidikan. Namun sampai saat ini produktivitas guru dalam melakukan riset berbentuk penelitian tindakan boleh dibilang masih minim. Memang banyak yang sudah mengenal, tapi sebagian besar belum melakukannya. Ketika saya berdiskusi dengan banyak guru, hambatan terbesar antara lain; kurangnya ketajaman mengidentifikasi permasalahan belajar dan alternatif pemecahannya. Memang...untuk bisa mencari pemecahan masalah belajar, dibutuhkan sharing dengan sesama guru, menelaah referensi dan tentunya banyak baca buku. Naaah.. yang terakhir itu emang kendala terbesar sebagian guru di Indonesia...”membaca belum menjadi budaya”. Kendala berikutnya adalah kurangnya kemampuan menterjemahkan ide,pikiran, gagasan di kepala dalam bentuk bahasa tulis. Ini penting sebab namanya penelitian itu kan mulai perencanaan hingga pelaporan disajikan dalam bentuk tulisan. Lha kalau gak terbiasa menulis gimana mau meneliti bro...

 

Edisi posting kali ini saya mau nyoba memberi gambaran singkat mengenai prinsip penelitian tindakan kelas dan mudah-mudahan mudah dipahami bagaimana menyusun penelitian tindakan kelas. Sebelum kita mulai sebaiknya kita perlu merenungi pepatah yang disampaikan pendiri Ford Coorporation yaitu mbah Henry ford berikut: “Jika anda berfikir “tidak mampu” maka anda tidak akan pernah mampu (Henry Ford)” Oke gak usah banyak basa-basi, kita mulai saja.

 

Menurut Kurt Lewin PTK merupakan suatu penelitian yang terdiri dari suatu rangkaian langkah (a spiral of step) yang terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan pengamatan, dan kegiatan refleksi. Sebelum kita mulai melakukan riset, terlebih dulu kita harus memahami apa sih prinsip-prinsip dalam penelitian tindakan kelas. Prinsip Penelitian Tindakan Kelas yaitu:

— Kegiatan nyata yang dilaksanakan dalam situasi rutin. Artinya proses tindakan penelitian tidak dilaksanakan pada waktu tertentu misalnya saat libur semester, saat hari minggu dan seterusnya, tapi bersamaan dengan kegiatan belajar biasa. Proses belajar berjalan normal sehingga siswa tidak tahu gurunya sedang melakukan penelitian.

— Kegiatan penelitian diawali dari kesadaran diri untuk memperbaiki kinerja. Logikanya jika pak guru atau bu guru membuat PTK karena mau naik pangkat atau mau ikut lomba, maka masalah yang diangkat jadi tidak original dan cenderung direkayasa. Njiiih mboten.....

— Berpijak pada analisis permasalahan pembelajaran di kelas. Maksudnya masalah yang diteliti memang benar-benar dialami dan membutuhkan pemecahan.

— Upaya empiris dan sistematis. Empiris dapat diartikan nyata berdasarkan data-data akurat. Sistmatis maksunya mengikuti kaidah metodologi penelitian.

— Masalah yang diteliti Spesifik /khusus , misalnya anak gak mau bertanya, tidak kosentrasi, malas mengerjakan PR, sering tidur, nilai ulanagan harian pada KD tertentu rendah. Masalah yang terlalu luas misalnya; prestasi belajar, hasil UAN, kenakalan remaja dan seterusnya.

— Hal yang diteliti harus Managable, artinya dapat dikelola dan dilaksanakan oleh si guru. Kalau mau meningkatkan minat belajar, perlakuan tindakannya ya gak perlu mendatangi rumah siswa satu persatu, melacak keseharian siswa, melacak lamanya waktu belajar dirumah. Kalau begini akhirnya susah sendiri dech...

— Realistic/operasional atau tidak diluar jangkauan. Contohnya jika mau meningkatkan motivasi belajar perlakuan tindakanya ya gak perlu dengan melengkapi semua sarana dan prasarana belajar siswa. Ini kan diluar jangkauan pak guru dan bu guru.

— Time-bound/diikat oleh waktu. Artinya lama penelitian dibatasi waktunya misalnya dalam 3 siklus. Tiap siklus dibuat dalam 2 kali pertemuan sehingga menjadi 6 kali pertemuan. Tidak dilakukan dalam satu semester, satu tahun apalagi tiga tahun...he...he...

 

Di awal tadi sudah dijelaskan bahwa penelitian tindakan kelas bersifat siklikal, yang terdiri dari empat rangkaian langkah yaitu: perencanan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Nah selanjutnya mari kita lihat tahapan-tahapan tersebut dalam bagan berikut.

 

Bagaimana Menemukan Permasalahan PTK ?

A. Renungilah kegiatan pembelajaran yang anda laksanakan. Carilah hal-hal yang anda anggap masalah. Misalnya:

 

Siswa banyak yang mengantuk

Siswa tidak kosentrasi dalam belajar

Siswa tidak berani bertanya

Siswa tidak minat belajar

Siswa tidak punya motivasi belajar

Siswa tidak senang belajar

Siswa sangat tegang ketika belajar

Nilai siswa sangat rendah

dllll

 

B. Mengidentifikasi masalah

 

Dalam mengidentifikasi masalah sebaiknya anda tuliskan semua masalah pembelajaran yang anda alami misalnya

Siswa tidak ada yang berani menjawab pertanyaan guru

Siswa tidak berani bertanya

70% siswa membuat catatan pada buku yang berganti-ganti

Dalam belajar kelompok siswa banyak yang mengandalkan temannya

Siswa tidak berpartisipasi dalam kerja kelompok

Dan seterusnya

 

C. Berfikirlah tentang apa yang mungkin dapat anda perbaiki

Gunakan pertanyaan-pertanyaan berikut untuk memfokuskan perhatian anda.

 

Bagaimana agar siswa tidak mengantuk?

Apa yang harus saya lakukan agar siswa senang belajar IPS?

Bagaimana agar siswa aktif bertanya?

dlllll

 

E. Pilihlah masalah yang layak untuk dipecahkan

 

Jika anda yakin bahwa banyak siswa terlambat karena rumahnya sangat jauh dari sekolah anda tidak perlu melakukan PTK.

Jika anda yakin bahwa penyebab siswa tidak mempelajari materi di rumah karena tidak punya buku, anda tidak perlu melakukan PTK karena dengan siswa dibelikan buku lewat dana BOS masalah tsb akan beres.

 

D. Pilihlah masalah yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.

 

Contoh Masalah yang terlalu besar: Nilai UAS dari tahun ke tahun selalu rendah, Prestasi belajar siswa rendah.

Contoh masalah yang terlalu kecil : dua orang siswa selalu tidur saat belajar, satu orang siswa tak pernah membuat PR

dlllll

 

G. Perumusan Masalah

 

Pilihlah satu masalah yang mendesak untuk dipecahkan, nilai strategisnya sangat penting , dan sudah ditemukan alternatif pemecahannya.

Perumusan masalah meliputi dua variabel yaitu variabel primer (variabel terikat) dan variabel skunder (variabel bebas)

Contoh perumusan masalah: (1) Apakah aktifitas bertanya siswa kelas x SD X dapat meningkat melalui penerapan metode pembelajaran small group? (2)Bagaimanakah peningkatan aktivitas bertanya melalui penerapan metode pembelajaran small group? Aktivitas bertanya disebut variabel primer, metode pembelajaran small group disebut variabel skunder.

 

Okeee bos, untuk lebih jelasnya saya siapkan blangko untuk latihan mengidentifikasi masalah, menemukan masalah, menentukan judul dan perencanaan awal dalam penyusunan PTK. Untuk lebih sobat boleh download tanpa saya tarik bayaran sepeserpun alias gratisss. silahkan download Disini

Baca Selanjutnya

Berita Terbaru:

  1. Mengatasi siswa pasif dalam proses belajar
  2. TEKNIK PENYUSUNAN PTK
  3. Mengenal lebih dekat Pendekatan Pembelajaran SAVI
  4. Menciptakan Pembelajaran Menyenangkan dengan Teknik Puzzle Concept
  5. Pembelajaran Efektif dengan Metode Permainan

Agenda

Blog Guru

Alumni

Contact

Download


Pengunjung:
Page Views   90465 Page View
Visitors   4673 Hit Pengunjung
Visitor Online   3 Pengunjung Online